Training Motivasi – Pelatihan Menulis – Training for Trainer – Publik Speaking – Andrias HarefaNews FeedTraining Motivasi – Pelatihan Menulis – Training for Trainer – Publik Speaking – Andrias HarefaComments Subscribe to Training Motivasi – Pelatihan Menulis – Training for Trainer – Publik Speaking – Andrias HarefaSitemap

Nyaman Menuruti Kata Hati

May 23, 2012 by  
Filed under Eni Kusuma, Kolomnis


“Jangan abaikan ‘kata hati’.” Kita sering kali mendengar nasihat bijak ini. Memang benar “kata hati” adalah pengendali langkah dan pemberi informasi yang benar. Siapa pun kita, apa pun profesinya, jika selalu mendengarkan ‘kata hati’, maka senantiasa tepat dalam pengambilan keputusan untuk menentukan prioritas.

Dan ‘kata hati’ ini bersifat universal. Karena, dari ‘kata hati’ akan melahirkan kebenaran, keadilan, kasih, sayang, cinta, perdamaian dan sebagainya, yang bersifat universal pula.

Kegelisahan terasakan saat Prita Mulyasari terbelit hukum yang mengharuskan ia membayar denda sebesar ratusan juta rupiah. Apa yang Anda rasakan? Adalah dorongan kata hati untuk menolongnya. Sehingga, terkumpullah “koin untuk Prita”, bahkan lebih jika untuk membayar denda yang dibebankan kepadanya.

Perasaan ingin menolong, rasa kasih, sayang, dan perasaan ingin melindungi adalah sifat-sifat Sang Pencipta yang Maha-Penolong, Maha-Pengasih, Maha-Penyayang, dan Maha-Pelindung yang ditiupkan juga ke dalam jiwa manusia. Sehingga, manusia secara fitrah memiliki sifat-sifat mulia tersebut dari Tuhannya. Jika manusia menyalahi fitrahnya tersebut dengan berbuat keburukan, maka pastilah muncul perasaan tidak nyaman karena terus-menerus dinasihati oleh “kata hati”nya.

Berbagai kalangan dari orang tua sampai anak-anak, laki-laki, dan perempuan merasakan kesamaan rasa terhadap Prita. Rasa ingin menolong. Rasa ini bersifat universal karena semua manusia memiliki fitrah ini. Dan, berbagai kalangan juga merasakan kesamaan rasa “tidak suka atau merasa tidak adil bagi Prita”. Sebentuk rasa universal karena sebuah nilai keadilan tercabik-cabik.

“Kata hati” sering kali terabaikan oleh berbagai kepentingan sehingga ia tidak didengarkan untuk acuan pengambilan keputusan. Bagi orang yang berprinsip pada kepentingan politik, maka keputusannya diprioritaskan untuk keuntungan politik. Bagi orang yang berprinsip pada kepentingan tim suksesnya yang telah mengantarkannya ke singgasana kekuasaan, maka keputusan akan mementingkan tim suksesnya. Mereka yang berprinsip pada persahabatan maka keputusan yang diambil untuk melanggengkan persahabatan, tidak peduli mengorbankan banyak orang.

Kadang orang mengabaikan kata hati dalam pengambilan keputusan, bahkan menyimpang dengan “kata hati” karena banyak hal, antara lain, merasa tidak enak hati apalagi karena pernah ditolong atau takut diancam, dan lain-lain. Jika ini terjadi, maka kita akan mendapatkan keuntungan yang bersifat jangka pendek. Jika suatu saat terbongkar, itu akan menimbulkan kerugian jangka panjang karena krisis kepercayaan yang muncul di mana-mana. Dan pasti terbongkar cepat atau lambat. “Kata hati” adalah keseimbangan karena yang ditimbulkan oleh “kata hati” seperti kebenaran, keadilan, dll, memberikan keseimbangan. Keputusan yang menyimpang dari “kata hati” akan berakhir dengan menyedihkan karena segala sesuatu pasti menuju kepada keseimbangan.

Jika kita mendengarkan “kata hati” dalam pengambilan keputusan untuk menentukan prioritas kejujuran dan keadilan, serta mengesampingkan berbagai kepentingan, maka keuntungan jangka panjanglah yang diperoleh, bukan keuntungan jangka pendek. Mungkin juga kita akan menerima kerugian tetapi kerugian ini bersifat jangka pendek. Karena seperti uraian di atas, semua menuju kepada keseimbangan.

Contoh lain, dalam hubungan majikan terhadap pembantu rumah tangganya. Andai semua majikan dalam memperlakukan pembantunya sesuai dengan “kata hati”-nya, dan para pembantu juga bekerja dengan hatinya, maka akan tercipta kondisi kerja yang baik. Terutama para majikan di luar negeri, andaikan mereka dalam memperlakukan pekerja rumah tangganya sesuai dengan “kata hati”-nya, dengan mengabaikan stigma atau pandangan negatif yang terlanjur melekat pada PRT Indonesia (hal ini dikarenakan oleh kurang siap dan kurang terlatihnya para PRT Indonesia), maka tentu akan tercipta kondisi kerja yang baik. Adapun stigma yang terlanjur melekat pada PRT Indonesia adalah, bahwa PRT Indonesia itu bodoh, tidak becus kerja, lambat, malas, tidak pintar berbahasa Inggris, dan lain-lain. Jika kondisi kerja yang baik tercipta, maka PRT Indonesia tidak akan mengalami kejahatan perdagangan manusia atau trafficking di negeri sendiri oleh bangsa sendiri.

Saya yakin, majikan yang merasa takut penuh kecurigaan terhadap masuknya “orang asing” ke wilayah prifat mereka, sehingga memicu mereka berbuat kejam dan tidaklah nyaman dalam menjalani hidupnya sehari-hari. Tapi apa boleh buat, sering kali mereka dilindungi oleh negaranya.

Apa pun profesi kita, sebagai hakim, bos perusahaan, menteri, gubernur, majikan terhadap pembantunya bahkan sebagai presiden, pengambilan keputusan hendaknya dilandasi dengan “kata hati”. Sehingga, kita merasa nyaman dalam menjalani profesi kita dan nyaman pula dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari.

Demikiankah?

* Eni Kusuma adalah nama pena Eni Kusumawati, perempuan kelahiran Banyuwangi, 27 Agustus, 31 tahun yang lalu. Ia berangkat dari menulis puisi dan fiksi. Puisinya dibukukan bersama seratus penyair Indonesia dengan judul Yogya, 5,9 Skala Richter, sementara cerita fiksinya bertebaran di berbagai media dan juga dibukukan. Ia bercita-cita mendirikan sekolah gratis dan rumah baca di Banyuwangi. Pendidikan formal terakhir di SMUN 1, Banyuwangi (1995). Sementara, pendidikan nonformalnya, S-1 di Pembelajar.Com (2006 sampai sekarang), dan S-2 di Andaluarbiasa.Com (15 Januari 2009 sampai sekarang). Eni menjadi pembantu rumah tangga di Hong Kong tahun 2001-2007. Eni, yang ketika kecil menderita gagap bicara ini, kini menjadi seorang motivator dan telah memberikan seminarnya di berbagai perusahaan, lembaga sosial, birokrasi pemerintahan, serta berbagai kampus di seluruh Indonesia. Eni adalah penulis buku laris Anda Luar Biasa!!! (Fivestar, 2007). Saat ini ia tengah menyelesaikan buku motivasi kedua dan ketiganya. Silahkan hubungi Eni di ek_virgeus[at]yahoo[dot]co[dot]id atau enikusuma[at]ymail[dot]com , HP: 081 389 641 733.


Telah di baca sebanyak: 1398

Rating This Post

Comments

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





Top