Orang Pintar
June 22, 2009 by admin
Filed under Andrias Harefa
Orang pintar banyak yang takut salah kalau mau menulis. Dan rasa takut salah itu begitu kuat, sehingga membuat tangannya tidak bisa bergerak untuk menulis. Rasa takut itu memblokade jalur saraf-saraf neuron di otaknya, sehingga membendung pertumbuhan benih-benih gagasan yang cemerlang. Itulah salah satu sebab mengapa di sekeliling kita banyak orang pintar yang tidak punya karya tulis. Ilmu dan pengalamannya bukan alang kepalang. Tapi semua tak banyak manfaatnya bagi orang lain kecuali mereka yang berinteraksi langsung dengan dirinya.
Walau ia sendiri takut salah dan karenanya punya seribu satu alasan untuk tidak menulis, sejumlah orang pintar justru amat pandai menunjuk kesalahan tulisan orang lain. Entah itu kesalahan teori, kesalahan logika, kesalahan asumsi, atau kesalahan ejaan, atau kesalahan lainnya. Orang pintar kemudian membangun kebiasaan untuk merasa makin pintar dengan mencerca dan menyalahkan tulisan orang lain (yang dianggapnya tidak pintar).
Ketika saya belajar menulis, saya pertama-tama berhenti untuk merasa pintar. Saya mulai menulis dan mengijinkan diri saya untuk melakukan beberapa kesalahan. Lalu, perlahan kesalahan-kesalahan yang perlu itu saya perbaiki pelan-pelan sambil tetap membiasakan diri menulis. Hasilnya, sungguh mengagumkan untuk ukuran saya.
Jika sampai hari ini Anda belum memiliki karya tulis, boleh jadi karena Anda lebih suka menjadi orang pintar.
* Info pelatihan penulis telepon 021-460 5757: 0815 8963 889; www.andriasharefa.com
Telah di baca sebanyak: 6











Orang pintar gak menulis? Apa kata dunia?
Keren om… Jadi, menulis aja ya…
Bung Andrias benar sekali.Kenapa orang pintar takut kalau menulis? Itu terjadi karena mereka terlena kena bujukan gombal yang mengatakan bahwa “Orang Pintar Minum Jamu”, jadi akhirnya mereka takut dan malas menuangkan isi otaknya di atas tuts-tuts komputernya. Dan ketika azal menjemputnya maka semua ilmu yang ada dalam otaknya pun akan ikut terkubur dengan sendirinya.Nah, itulah sebabnya Bung banyak orang yang kebetulan tidak “punya otak ” ramai-ramai ke kuburan orang pintar itu (bukan untuk program transfer ilmu lho) berharap dapat wangsit, wejangan,petuah dan lain sebagainya (he,he, he hi hi hi hi hi hi -kayak suara kuntilanaklah soalnya.. ) Bagi mereka yang tidak punya otak bukankah lebih baik mereka mampir saja ke Muara Angke atau Muara karang untuk makan “otak-otak” sepuasnya.Pengalaman mengajarkan kepada saya bahwa keterampilan menulis itu sebenanya bisa diasah dan ditingkatkan. Keterampilan menulis tersebut saya pikir hampir sama dengan keterampilan mengetik. Ketika kita hanya mengandalkan mengetik hanya dengan dua jari maka dengan sendirinya kemampuan, keandalan, kecepatan mengetik kitapun hanya sebatas dua jari saja.Nah, ketika kita mengandalkan sepuluh jari kita maka dengan sendirinya kecepatan mengetik kita pun akan jauh lebih cepat dibanding jika mengetik dua jari.Mungkin Tuhan di atas sana geli sendiri bila melihat hambaNya yang bila ngetik hanya pake dua jari saja.”Betapa bodoh bin tololnya umatku yang satu ini, padahal telah Kuciptakan jemari mereka ada 10 kog yang dipake cuma dua aja” gumam Tuhan di atas sana sekali waktu.Jadi kesimpulannya, keterampilan menulis kita tidak akan memperoleh kemajuan yang berarti jika kemampuan mengetik (olah otak) tidak kita kembangkan secara optimal dan maksimal. Tentang bagaimana cara mengembangkan otak secara optimal dan maksimal itu sendiri pun sebenarnya tidak ada kaitannya dengan berbagai gelar yang kita sandang.Maka tidak heran ada kalanya kita jumpai mereka yang mengaku kaum intelektual tapi cara berpikirnya ngawur kayak orang tidak berpendidikan, sementara orang yang tidak punya gelar tapi cara wawasan bepikirnya begitu luas dan sangat intelek (kayak Bung Andriaslah misalnya he he he hi hi hi)
Batul sekali pak. semakin ragu2 semakin tidak jadi memulai menulis. apapun yang lewat di pikiran langsung tuliskanlah urusan sempurna urusan belakang.
motivasi yg luar biasa.
Setuju Mas… Nggak lengkap rasanya kalo nggak nulis.. Membaca buku-buku Anda membuat saya juga ketularan gatel kalo nggak nulis…
Wah jadi pingin nulis nih pak… thanks atas wisdomnya
menurut saya orang pintar belumlah tentu ia bisa menulis sebuah artikel atau apapun tetapi orang yang menulis pasti pintar karena,dengan menulis dia menggunakan kemampuan berpikirnya untuk menulis dan disitulah dia menjadi orang pintar…..terima kasih
wah….., ini membuktikan bahwa tidak ada yg sempurna
semua orang bisa nuLis tpye Lum tentu jdye penuLis,.
salam kenal Pak Andrias … sahring ilmunya mantab Pak
orng pintar tapi ga ada waktu tuk nulis ……..