Kolomnis

Otak dan Perilaku

Selama ini, para ahli ilmu kejiwaan selalu ber-asumsi bahwa perilaku kita selalu ditentukan oleh pengaruh lingkungan. Adalah mashab behaviorisme yang pertama kali meng-klaim hal ini. Dan mashab yang lahir di negeri Paman Sam ini kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia, Bahkan teori pendidikan banyak mengadopsi ajaran dari mashab ini. Salah satu tokoh utamanya, John Watson, bahkan pernah sesumbar bahwa ia bisa membentuk perilaku anak sedemikian rupa sesuai dengan keinginannya, cukup dengan mengubah-ngubah stimulus yang diberikan. Behaviorisme tidak peduli apakah Anda jahat atau baik, rasional atau emosional; menurut mereka, perilaku Anda bisa diubah dengan hanya mengubah lingkungan saja.
Bahkan Watson dan rekannya pernah melakukan sebuah eksperimen yang “sedikit gila”, hanya untuk membuktikan teorinya. Eksperimen ini bermula pada seorang anak kecil, dan diberikan seekor tikus putih kesayangannya. Watson menginginkan suatu perilaku rasa takut muncul pada anak tersebut. Dengan menciptakan suatu kondisi tertentu, diharapkan rasa takut itu muncul pada anak kecil tersebut. Saat Albert, nama anak kecil itu, mulai memegang tikus putih kesayangannya, Albert kemudian diberikan sebuah pukulan keras dan menyakitkan. Saat Albert ingin memegang tikus itu kembali, pukulan yang lebih keras melayang padanya. Akhirnya tercipta suatu kondisi stimuli yang diharapkan, yaitu munculnya rasa takut Albert terhadap tikus putih itu. Jangankan memegang tikus putih, saat melihat tikus putih, Albert berlari ketakutan.
Itulah suatu eksperimen penciptaan perilaku dengan menciptakan suatu kondisi stimulus tertentu. Walau mashab ini mendapat banyak kritikan dari mashab psikologi selanjutnya, satu hal umum yang masih tetap berlaku adalah bahwa perilaku kita senantiasa ditentukan oleh kejadian masa lalu, adanya tekanan tertentu, dan berbagai sebab-sebab psikologis lainnya.
Keyakinan ini terus bertahan hingga menjelang tahun 2000. Mari kita lihat kisah Andrew, seorang anak yang berusia 9 tahun. Suatu hari Andrew mendatangi klinik Dr. Amen, seorang pakar dan peneliti hubungan antara otak dan perilaku, dengan kasus kepribadian yang berubah. Dulu Andrew adalah anak yang periang dan aktif. Saat berkunjung ke klinik Dr. Amen, ia nampak tertekan, agresif, dan pernah melontarkan ancaman bunuh diri dan akan membunuh orang lain di hadapan ibunya. Andrew pernah membuat gambar tentang dirinya yang tergantung di sebuah pohon, dan gambar lain tentang dirinya yang lagi menembak anak-anak. Andrew pernah menyerang seorang anak perempuan tanpa alasan.
Dalam keluarga Andrew, tidak ditemukan adanya riwayat keluarga yang pernah mengalami gangguan jiwa serius. Orang tua Andrew pun adalah orang tua yang penuh kasih, peduli, dan ramah terhadap Andrew. Dr. Amen kala itu mengalami banyak kritikan dari para koleganya tentang bidang baru yang dirintisnya ini. Para ahli jiwa lainnya mengkrtitik Amen dengan kritikan pedas, “Maksud Anda, Anda bisa melihat penyakit jiwa?” Para peng-kritik penelitian Amen mengungkapkan bahwa adalah mustahil memahami perilaku dengan memerhatikan pola otak.
Namun kisah Andrew lain. Mari kita lanjutkan kisahnya.Saat mengingat kritikan tersebut, Dr. Amen sempat menduga-duga masalah Andrew ini dengan dugaan ala psikiater atau psikolog. Jangan-jangan Andrew ini cemburu karena ia hanya anak kedua, dan memiliki seorang kakak yang “sempurna”. Mungkin saja ada kekerasan yang pernah dilakukan oleh orang tua Andrew. Dan berbagai dugaan sebab psikologis lainnya. Namun ada satu hal yang menyadarkan lamunan sesaat Dr. Amen, yaitu bahwa secara normal, mustahil seorang anak berusia 9 tahun sudah memiliki pikiran ingin bunuh diri dan ingin membunuh orang lain, betapa pun beratnya beban psikologis untuk anak berusia 9 tahun.
Dr. Amen akhirnya melanjutkan risetnya terhadap Andrew. Dengan menggunakan SPECT (alat pencitraan otak) dan kemudian dilanjutkan dengan MRI, ditemukan bahwa pada otak lobus temporal kiri Andrew ternyata terdapat kista seukuran bola golf. Dan berdasarkan penelitian Amen, perilaku agresif berhubungan dengan adanya masalah pada lobus temporal kiri. Namun usaha Dr. Amen selanjutnya dalam menyembuhkan Andrew menemui beberapa hambatan klasik. Saat Andrew akan dirujuk ke dokter ahli bedah, para dokter ini selalu berkata bahwa perilaku agresif Andrew tidak berhubungan samasekali dengan kista di otaknya. Dan para dokter ini tidak menyarankan operasi sebelum tampak “gejala yang nyata”, yaitu berupa gejala epilepsi atau mengalami gangguan bicara.
Namun Dr. Amen terus berusaha mencari dokter bedah lainnya. Akhirnya ia menemukan seorang dokter bedah anak, Jorge Lazareff, yang bersedia melakukan operasi kista pada otak Andrew. Dan ternyata Lazareff pernah melakukan operasi kista di bagian lobus temporal kiri pada 3 orang anak, dimana ke-3 anak tersebut juga sebelumnya memperlihatkan perilaku agresif.
Dan apa yang terjadi kemudian terhadap Andrew? Pasca siuman dari operasi, Andrew tersenyum kepada ibunya (sebuah senyuman yang baru lagi muncul sejak setahun terakhir). Perilaku agresif Andrew hilang, dan ia telah kembali menjadi seorang anak yang manis seperti saat usianya belum menginjak 7 tahun. Apa yang dilakukan oleh Dr. Amen ini membuktikan satu hal penting, seperti yang dikatakannya, “Sikap tidak ramah, tidak suka bekerja keras, tidak ceria, gelisah, tidak patuh atau jahat terkadang bukan karena seseorang menginginkannya, melainkan karena ada sesuatu yang salah dengan otak. Sesuatu yang dapat diperbaiki.”

*) Syahril Syam adalah seorang berlisensi NLP dan certified Hypnotherapist. Beliau juga adalah seorang konsultan, terapis, public speaker, dan seorang sahabat yang senantiasa membuka diri untuk berbagi dengan siapa pun. Ia memadukan kearifan hikmah (filsafat) timur dan kebijaksanaan kuno dari berbagai sumber dengan pengetahuan mutakhir dari dunia barat. Ia juga adalah penulis buku best seller The Secret of Attractor Factor. Teman-temannya sering memanggilnya sebagai Mind Programmer, dan dapat dihubungi melalui ril@trainersclub.or.id

Telah di baca sebanyak: 1810
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *