Artikel Terbaru

Pantang Menyerah

Rasa tanggung jawab untuk terus maju ada di dalam diri kita semua. Tugas untuk berjuang sekuat tenaga adalah tugas kita semua. Aku merasakan panggilan untuk tugas itu. (Abraham Lincoln)

Abraham_Lincoln_O-116_by_Gardner,_1865-cropBarangkali Abraham Lincoln adalah contoh kegigihan yang terbesar. Jika Anda hendak belajar tentang seseorang yang pantang menyerah, tak perlu melihat orang lain lagi.

Lahir dalam kemelaratan, Lincoln dihadang kekalahan demi kekalahan sepanjang hayatnya. Ia kalah dalam delapan pemilu, dua kali gagal dalam bisnis dan mengidap gangguan urat saraf.

Ia sebetulnya memiliki banyak alasan untuk menyerah berkali-kali, namun ia pantang menyerah, dan karena ia pantang menyerah, ia menjadi salah satu presiden terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Lincoln adalah seorang juara dan ia tidak pernah menyerah. Ini adalah sketsa perjalanan Lincoln ke Gedung Putih:

      • 1816:Keluarganya dipaksa untuk keluar dari rumah mereka. Ia harus bekerja untuk menghidupi mereka.
      • 1818: Ibunya meninggal
      • 1831: Gagal dalam bisnis
      • 1832: Mencalonkan diri untuk duduk di dewan perwakilan di negara bagiannya : kalah
      • 1832: Juga kehilangan pekerjaannya ingin masuk ke fakultas hukum, tetapi gagal
      • 1833: meminjam sejumlah uang dari seorang teman untuk memulai bisnis, dan pada akhir tahun ia jatuh bangkrut.Ia menghabiskan 17 tahun daari kehidupannya untuk membayar kembali utang ini.
      • 1834: Mencalonkan diri untuk mennjadi anggota dewan perwakilan di Negara bagiannya : menang.
      • 1835: Bertunangan, kekasihnya meninggal dan hatinya serasa hancur berkeping-keping
      • 1836: Terserang gangguan saraf total dan tergolek di ranjang selama 6 bulan.
      • 1838: Berusaha menjadi juru bicara dewan perwakilan di Negara bagiannya: kalah
      • 1840:Berusaha menjadi anggota badan pemilihan : kalah
      • 1843:Mencalonkan diri untuk Konggres : kalah
      • 1846:Mencalonkan diri kembali untuk Konggres, kali ini ia menang dan pergi ke Washington dan menunaikan tugas dengan baik
      • 1848:Mencalonkan diri untuk dipilih kembali ke Konggres : kalah
      • 1849:Mencari pekerjaan sebagai pegawai kantor urusan tanah di Negara bagiannya : ditolak
      • 1854:Mencalonkan diri untuk Senat Amerika Setrikat : kalah
      • 1956:Berusaha mendapatkan pencalonan Wakil Presiden di konvensi nasional partainya hanya memperoleh kurang dari 100 suara
      • 1858:Mencalonkan diri lagi untuk Senat : sekali lagi ia kalah
      • 1860:Presiden terpilih Amerika Serikat.

 

Jalan itu licin dan menggelincirkan. Satu kakiku terpeleset di atasnya, menendang kaki lainnya keluar dari jalur, namun aku kembali tegak dan berkata kepada diriku sendiri, “Itu cuma terpeleset dan bukan jatuh.” (Abraham Lincoln – setelah kalah dalam suatu pemilihan senat)

*(Abraham Lincoln)

Telah di baca sebanyak: 1594
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *