Kolom Bersama

Pelatihan Sukses vs Peran Tuhan

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Dua tahun terkhir ini, kami (saya dan tim karunia semesta) membantu perorangan atau kelompok, baik itu organisasi non-formal atau perusahaan, mengadakan pelatihan yang membahas teknologi transformasi mind set untuk sukses. Secara umum, menurut peserta pelatihan amat sangat membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahan pribadi ataupun permasalahan kelompok yang mereka alami. Selain itu, pelatihan ini juga bisa secara signifikan memperbaiki kesuksesan mereka. Kasus-kasus yang bisa mereka selesaikan antara lain bisa berhasil dalam pendidikan, mendapat anugerah kesembuhan, mendapatkan pekerjaan, berhasil dalam usaha, bisnis, bertani, dll., menemukan pasangan hidup, meraih ketenteraman hidup berumah tangga, menemukan anak yang tidak tahu rimbanya, dan lain-lain.

Mengingat masih banyak anggota masyarakat Indonesia yang belum bisa hidup secara cukup dan sukses saat ini, maka kami mencoba ikut membantu mereka melalui pelatihan. Kami sebar informasi tentang pelatihan ini melalui brosur, face to face dan web. Hasilnya bagus sekali, banyak pertanyaan dan permohonan dari berbagai tempat di Indonesia.

Salah satu pertanyaan yang selalu kami ingat adalah pertanyaan kritis sarkastik seperti berikut ini: “Kalau memang benar bahwa ada cara yang jitu yang bisa membuat hidup seseorang selalu sukses, terus, di mana peran Tuhan?”

Demikian kurang-lebih jawaban saya kepada mereka, “Sebelum saya bisa mengelola mindset dengan benar dan melatihkannya kepada teman-teman, saya juga pernah bertanya seperti itu: ‘Lha kalau semua orang bisa mengatur kesuksesan mereka masing-masing, nanti Tuhan bagaimana?’ Itulah reaksi saya sebelum saya mengetahui kebenaran kekuatan mindset. Tetapi setelah saya menyadari dan memahami, saya bisa mengumpamakan pertanyaan itu sama saja dengan pertanyaan seorang anak kecil ketika diajarkan cara membuat wedang kopi. Setelah gelas diisi gula, kopi bubuk, air panas dan diaduk, maka jadilah wedang kopi. Setelah wedang kopi itu disajikan, anak kecil ini bertanya: ‘Lho cuma seperti itu sudah jadi wedang kopi, terus di mana peran Tuhan?’

Maksud saya begini, ketika kita menyebut nama ‘Tuhan’, kita sebenarnya membicarakan Roh atau Roh kudus, karena Tuhan itu adalah Roh adanya. Sebutan ‘Roh’ berarti kuasa atau kekuatan atau energi. Ketika seseorang bisa hidup atau masih hidup, itu berarti ada kekuatan di dalam dirinya yang menjadikan dirinya bisa hidup. Kalau kekuatan itu sudah tidak ada dalam diri seseorang, maka orang itu almarhum (mah). Dengan pendek kata, Tuhan adalah kehidupan itu sendiri. Ketika seseorang masih hidup dan ketika dia berbuat segala hal, sudah pasti Tuhan selalu berada di situ. Di setiap detik di dalam kehidupan kita pasti selalu ada kehadiran Tuhan. Orang kristen percaya bahwa bila kita selalu bersama Tuhan, maka tidak akan ada kematian, yang ada hanyalah kehidupan, yaitu kehidupan kekal, orang-orang yang mati akan dibangkitkan.

Jadi sebenarnya di dalam kehidupan ini kita sudah tidak perlu lagi memisahkan antara Tuhan dan manusia. Ketika kita masih bisa hidup, ketika itu pula Tuhan hadir dan berkehendak di dalam kehidupan kita.

Ada cerita sufi yang bagus yang bisa untuk menggambarkan persoalan ini. Begini ceritanya, pada suatu hari di pinggiran laut hiduplah 2 ekor ikan, induk dan anaknya. Sambil berenang kesana-kemari anak ikan itu bertanya kepada induknya: ‘Bu, kata teman ada tempat yang sangat indah, namanya laut, di situ banyak sekali hidup binatang yang berwarna-warni dan bentuknya bervariasi, kapan-kapan kita ke laut ya Bu.’

Induknya sambil tersenyum menjawab: ‘Ya, boleh. Nggak usah nunggu kapan-kapan, saat ini juga kita ke laut, karena saat ini kita sudah berada di dalam laut.’

Sering kali pikiran manusia itu seperti anak ikan, tidak tahu dan tidak menyadari bahwa ketika kita hidup, kita ini sebenarnya sudah berada di dalam lautan berkat Tuhan, kita sudah berada di lingkup kuasa Tuhan. Sehingga, ketika kita bisa membuat wedang kopi, atau bisa membuat lukisan yang indah, atau bisa membuat mobil, atau bisa belajar sedemikian rupa sehingga menjadi pandai, dan lain-lain, termasuk juga bisa mengelola mindset agar bisa selalu sukses, tidak perlu lagi menanyakan ‘di mana peran Tuhan?,’ karena di setiap proses kehidupan dan di setiap hasil proses dalam kehidupan, di situ selalu ada peran Tuhan.”

Setelah mendengarkan jawaban ini, beberapa teman tertarik untuk mengikuti pelatihan mindset untuk kesuksesan mereka masing-masing. Ewo semanten, ada juga teman yang masih belum bisa memahami jawaban tersebut.

* Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama teman-teman mengelola Kelompok pengembangan SDM di Yogyakarta, dengan nama Kelompok Karunia Semesta (KKS), kegiatan utama kelompok ini melayani masyarakat yang bermasalah dengan sosial-ekonominya serta memberi pelatihan Mind-set untuk kesejahteraan dan Leadership. Tinggal bersama isteri dengan dua anak di Perum Jatisawit Asri Blok A1 No. 7, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Hp/sms 08157933667 atau 08886829663 atau via e-mail: bioaccess98@yahoo.com atau tim_karunia@yahoo.com atau web: http://karuniasemesta.indonetwork.co.id.

Telah di baca sebanyak: 4258
admin
Admin Pembelajar.

One thought on “Pelatihan Sukses vs Peran Tuhan

  1. Artikel yang bagus Pak. terima kasih atas penjelasan tentang bersama Tuhan setiap saat. memberi saya perspektif yang lebih baik tentang hal itu.
    Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *