Kolom Bersama

Pendek versus Panjang

Oleh: Erwin

Bulan Oktober 2007 kemarin, menjelang Hari Raya Idul Fitri, saya mendapat tugas dari kantor untuk dinas ke luar kota, yaitu Banda Aceh. Saya berangkat dengan pesawat, namun pulangnya terpaksa dengan Bus Travel Mitsubishi L300, dikarenakan padatnya orang orang yang pada mau mudik pulang kampung. Lama perjalanannya ke Medan adalah 12 jam dan kondisi jalanannya adalah kondisi jalan gunung, jadi yah sedikit seperti komedi putar lah saya didalamnya

Bus berangkat sekitar pukul 9 malam. Dan setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam, bus tersebut berhenti di sebuah rumah makan di kota Bate Illik. Kami dipersilahkan turun untuk beristirahat. Beberapa penumpang yang sudah terbiasa langsung turun untuk memesan makanan dan minuman ataupun ke kamar kecil. Nampaknya tempat peristirahatan ini memang sudah ada sejak lama. Dan ternyata selama perjalanan 12 jam tersebut, bus berhenti sebanyak 3 kali dengan supir yang saling bergantian menyetir.

Hal ini menjadi bahan renungan untuk saya, Bukankah perjalanan 12 jam ini ibarat perjalanan hidup manusia? Untuk sebuah perjalanan yang hanya memakan waktu 12 jam saja, seorang supir profesional harus berhenti 3 kali untuk saling bergantian menyetir. Apalagi di kehidupan kita semua yang mungkin menempuh 50 s/d 60 tahun usia. Apakah kita ada berhenti sejenak untuk beristirahat? Gawatnya kalau Bus Travel, supirnya bisa bergantian menyetir, tetapi dalam “ Bus Kehidupan “ kita, hanyalah kita satu satunya supir abadi yang menjalankannya.

Berbicara tentang tujuan, saya jadi teringat ungkapan Zig Ziglar dari buku best sellernya, “See You At The Top“ Zig mengatakan tujuan yang ditetapkan haruslah cukup besar namun realistik sehingga kita mendapatkan desire yang cukup besar untuk mencapainya. Juga dikatakannya, selain tujuan harus dibuat jangka panjang selama 1 tahun, 5 tahun, dsbnya, tujuan juga haruslah dipecah pecah menjadi lebih kecil, dalam artian dibuat menjadi tujuan jangka pendek.

Jadi pertanyaan selanjutnya lebih baik yang mana, tujuan jangka panjang ataukah tujuan jangka pendek? Semuanya adalah penting, tujuan jangka panjang sebenarnya dirancang agar kita senantiasa mempunyai gairah untuk terpacu mengejarnya, sedangkan tujuan jangka pendek adalah memastikan kita senantiasa bertumbuh hari demi hari.

Kembali ke cerita perjalanan hidup kita, dengan adanya tujuan jangka panjang yang benar, kita menjadi tahu arah dimana kita akan menuju. Bila di perjalanan kita capek dan lelah maka kita boleh boleh saja beristirahat, makan atau minum sejenak. Toh kita sudah tahu kemana akan menuju.

Namun perlu diingat, karena tujuan sudah jelas maka istirahatnya juga tidaklah boleh kelamaan, sesudah kekuatan kita pulih maka kita akan melanjutkan perjalanan kembali menuju impian kita. Semoga bermanfaat artikel ini untuk semuanya.

*) Erwin. BBA di Preston University, saat ini aktif sebagai KISS Manager (training and development for support system MLM. Dapat dihubungi langsung di erso.kaizen@indosat.net.id

Telah di baca sebanyak: 1096
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *