Surya Rachmannuh

Persiapkan Diri Anda


Apakah Anda pernah memainkan permainan “7 Booms”? Sebuah permainan yang diawali dengan berhitung di mulai dari angka 1,2,3 dan seterusnya secara bergiliran sesuai dengan jumlah kelompok, dimana setiap ada angka 7 dan kelipatan 7, maka peserta yang mendapatkan angka tersebut harus mengubah angka 7 tersebut menjadi “Boom”.

Contoh : 1,2,3,4,5,6, boom, 8, 9, 10, 11, 12, 13, boom, 15, 16 boom, 18, 19, 20, boom, 22, 23, 24, 24, 26, boom, boom dst.

Setiap anggota yang salah baik salah urut atau latah, maka dikeluarkan dari permainan dan hitungan dimulai kembali dari angka 1. Permainan selesai bila sudah didapatkan pertarungan final antara dua orang atau permainan disudahkan bila waktu yang dibutuhkan tidak memadai.

Permainan ini terbilang sederhana, namun dapat menimbulkan ketegangan. Permainan ini memerlukan konsentrasi yang tinggi, apalagi di pandu oleh fasilitator yang dapat menunjuk siapa saja secara acak, maka ketegangan semakin tinggi karena kita tidak dapat memperkirakan “siapa” kira-kira yang mendapatkan giliran dan angka boom.

Permainan ini baik untuk membina kebersamaan dalam waktu yang singkat terutama pada awal-awal pelatihan. Pernah sekali waktu saya memainkan permainan ini, saya merasa superior atau mampu menargetkan kemenangan dengan maksud ingin menunjukkan betapa pintarnya saya memainkan permainan ini, dan pernah juga saya merasa inferior ketika menyembutkan angka 4 menjadi emmmpat, hanya selisih sekian milidetik, saya terlambat merespon perintah yang diberikan kepada saya akibatnya saya keluar dari permainan dan sulit bagi diri saya untuk memaafkan diri atas kekurang tanggapan respon, malah mencari alasan pembenaran atas kesalah saya dan minta diulang, dan tentu saja tidak dikabuli karena aturan main harus ditegakkan bukan?

Nah, sekarang saya menyarankan Anda untuk mencoba permainan “7 Boom” tersebut karena lewat permainan ini kita dapat menyimpulkan beberapa tips yang dapat kita pratikkan di dunia kerja kita sebagai berikut :

1. Penting bagi kita untuk mengetahui aturan permainan (Rule of the game)
2. Mengikuti alur permainan dan memperhatikan setiap tindakan dan instruksi yang diberikan pemimpin kapan waktunya bagi kita untuk beraksi. Menyebut urutan angkan atau “BOOM”
3. Mengatasi ketegangan dengan cara mempelajari dan berlatih untuk menguasai permainan itu dengan seksama

Dari ketiga tips di atas, tips ketiga adalah tips bagi kita untuk selalu waspada dengan cara melakukan persiapan atas segala kemampuan yang Anda tekuni saat ini.

Bila Anda seorang sales dan marketing, makan mempersiapkan proposal penjualan lengkap harus selalu tersedia di dalam tas Anda. Mungkin juga Anda harus memperbaiki proses kerja yang ada saat ini atau mempersiapkan diri untuk menerima order mendadak dari potensial pelanggan lewat telepon, SMS, dan email.

Kuncinya adalah “dealing bisnis” yang dipersiapkan supaya Anda terkesan profesional dan Anda hampir selalu dapat menjadi partner solusi bagi mereka.

Lewat pengalaman saya sendiri sebagai seorang trainer, pada bulan Februari 2009 saya dipercaya untuk membuat “Movie Presentation” oleh Presiden Direktur sebuah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia karena saya mempunyai kemampuan dalam bidang itu dan dapat menyelesaikan dalam waktu yang singkat tanpa mengurangi mutu presentasinya. Saya dapat melakukan hal itu karena saya telah menghabiskan waktu untuk belajar, meriset, sampai menemukan pola tercepat untuk membuat presentasi video sehingga saya dapat melakukan presentasi apapun sesuai dengan permintaan. Ingatlah bahwa sejak jaman dulu kala, para prajurit tekun berlatih setiap hari untuk memenangkan sebuah peperangan dengan cara yang cepat.

Jadi, persiapan itu sangat penting karena membutuhkan kedisplinan baik secara pikiran maupun tindakan. Ada bait lagu yang pernah saya dengar yaitu “Sa Hun Ti Cu Tia, Ci Hun Go Pa Pia, Ai Pia Ai Cia E Ya” yang artinya 3 bagian itu hoki, 7 bagian itu adalah tanggung jawab kita. Apa yang kita lakukan dengan penuh tanggung jawab pasti akan berhasil. Jika ada 7 bagian berada di pihak kita, seharusnya kita dapat lebih sukses dengan cara mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya dan biarlah 3 bagian lainnya kita serahkan kepada TUHAN sesuai rejeki kita masing-masing dan bukan melakukan sebaliknya dengan cara mengandai-andaikan sukses Anda saja dan menunggu rejeki yang datang dari langit. Bilapun ada kejadian seperti itu, sangat jarang terjadi dan tidak akan membawa orang menuju kedewasaan sebagai pengembangan diri manusia yang ingin lebih sukses.

Happy Leadership

*) Surya Rachmannuh; penulis kolom tetap di www.pembelajar.com ini adalah praktisi training dalam bidang pelayanan prima, personal effectiveness, problem solving and decision making, pelatihan Leadership dan Management lainnya. Certified Lead Auditor dan Webmaster ini dapat dihubungi di Hp : 0819 3210 5388 atau www.webiddesign.com, surya.rachmannuh@yahoo.co.id, suryarachmannuh.blogspot.com

Telah di baca sebanyak: 2200
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *