Kolom Alumni

PROPOSAL CINTA ANAK SMA


Kesan yang sering kita dengar tentang masa-masa di SMA, hampir setiap orang mengatakan bahwa masa SMA adalah masa SMA masa yang paling indah. Terlepas benar atau tidak kesan tersebut, setidaknya kisah cinta yang tertuang dalam nurani anak SMA hampir pernah dirasakan oleh sebagian besar orang yang pernah menginjak fase pendidikan Sekolah Menengah Atas tersebut.

Walau tidak bisa dipungkiri ada juga sebagian orang yang pernah melewati saat-saat indah itu sejak SMP. Hal ini tergantung dari perkembangan psikhologi orang tersebut.
Salah satu dorongan jiwa yang memberi kesan indah adalah perasaan tertarik kepada lawan jenis. Dengan bahasa yang to the point perasaan itu disebut cinta. Salahkah jika seorang anak SMA jatuh cinta kepada teman lawan jenisnya? Jawabannya jelas tidak salah. Mengapa tidak salah? Karena perasaan cinta itu bersifat manusiawi. Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.

Ketika seorang anak SMA tertarik kepada salah satu temannya, hal ini menunjukkan bahwa perasaan kasih sayang yang ada dalam dirinya sedang tereksplorasi. Bentuk ketertarikan tersebut merupakan respon terhadap sisi positif yang dimiliki oleh seorang teman. Sisi positif itu bisa berupa character (sifat) maupun physic (fisik). Efek dari Respon yang dia berikan biasanya akan berpengaruh pada tingkah laku, diantaranya : melamun, sensitif, caper (cari perhatian), atau malah semangat.

Namun bagi sebagian anak SMA, perasaan cinta lebih mereka kendalikan berkaitan dengan kepentingan atau keadaan dirinya. Perasaan tertarik kepada seorang teman dibiarkannya berkeliaran. Mereka lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting. Sebagai seorang pelajar mereka memang sebaiknya bisa memilah-milah mana yang bermanfaat bagi dirinya, mana yang dinilai mubadzir atau bahkan merugikan diri sendiri.

Percintaan dua sejoli antar pelajar SMA biasanya hanya bersifat cinta monyet; maksudnya, cinta yang tidak didasari pada komitmen yang jelas. Masa SMA adalah masa pencarian jati diri. Masa mengumpulkam energi positif berupa bekal untuk kehidupan jangka panjang. Dengan demikian untuk menggapai cinta yang hakiki hampir tidak mungkin terjadi karena bekal untuk memupuknya belum cukup. Cita-cita mereka masih panjang, jika tidak hati-hati dalam meladeni emosi jiwanya, maka bisa berakibat merugi di kemudian hari. Lebih-lebih jika hubungan mereka sampai melewati koridor agama, melangkah jauh menuruti bisikan negatif yang dibisikkan oleh setan. Sebuah pemandangan yang sangat miris ketika kita jumpai dua sejoli pelajar SMA yang menunjukkan kengawurannya berbuat sebagaimana layaknya sepasang suami istri. Pelajar SMA yang cerdas harus mampu menghindari tindakan ngawur itu.

BERTAHAN SATU CINTA
Kata bijak mengatakan “Jika kelak anda menginginkan cowok yang shalih, maka shalihahkanlah dirimu. Demikian pula jika anda menginginkan cewek yang shalikhah, maka shalihkanlah dirimu”. Remaja SMA yang mampu mengendalikan dirinya, menahan dari hal-hal yang terlarang, akan sangat menguntungkan dirinya. Bersih. Belum ternodai. Dalam istilah Jawa dikatakan: “Sandal tidak akan selen. (Selen sama dengan tidak klop)”. Sepasang sandal harus klop antara yang kiri dengan yang kanan. Jika tidak klop maka akan pincang. Si empunya berusaha akan mencari jodoh tersebut atau membuangnya.
Alangkah indahnya jika kelak anda hidup bersama dengan pasangan terbaik. Alangkah bahagianya ketika pada saat yang sudah ditentukan, Tuhan mengirim malaikat cinta untuk anda. Manusia sukses dan taat menjalankan agamanya. Itu semua bisa anda raih dengan menjadi orang yang kuat, yakni kuat mejaga pertahanan. Bertahan untuk cinta yang sesungguhnya. Bertahan untuk satu cinta.

SETIA KEPADA SATU CINTA
Bertahan untuk satu cinta juga dimaksudkan untuk menjaga kesetiaan anda kepada pasangan anda. Kelak tidak akan ada kekecewaan tentang cerita masa lalu yang buruk. Tidak ada keganjilan ketika pelaminan menjemput anda. Jodoh merupakan ketentuan Tuhan. Namun demikian manusia diberi kesempatan untuk berusaha. Tindakan yang baik akan dibalas dengan kebaikan pula. Sebagaimana “kaya”, juga merupakan ketentuan Tuhan. Tapi manusia diperkenankan untuk mengusahakannya. Ketentuan Tuhan yang tidak bisa diusahakan oleh manusia adalah “jenis kelamin” dan “mati”. Jodoh dan kaya itu bias diusahakan oleh menusia.
Cinta pertama akan melahirkan kekuatan dan cinta pertama juga yang bisa menciptakan penderitaan atau kerugian. Waspadalah. Raihlah cinta pertama dan terakhir tentunya jika sudah tiba pada saat yang tepat.

PROPOSAL CINTA
Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga biasanya akan lebih berhasil jika kita mengajukan proposal. Demikian pula jika anda ingin mendapatkan cinta sejati, maka akan lebih baik jika anda mengajukan proposal. Kalau proposal pada umumnya tertulis tapi untuk proposal cinta bentuknya tidak tertulis. Namun demikian sistematikanya harus jelas, dan diajukan ke alamat yang tepat; yaitu kepada Sang Penghembus Ruh Cinta, Tuhan Yang Maha Kasih dan Maha Sayang.
Sistematika proposal cinta dikemas dalam amplop akhlakul karimah (akhlak yang baik), diajukan dalam bentuk tingkah laku yang baik disertai doa kepada Tuhan. Peran doa dalam hal ini berfungsi sebagai penguat atas terkabulnya proposal.
Secara garis besar, proposal yang anda ajukan bisa berupa :
1. Ilmu yang banyak, baik ilmu pengetahuan umum maupun ilmu agama.
2. Character building.
3. Ahlak yang terpuji.
4. Visi hidup yang mulia.
5. Tabungan epos (energi positif) yang banyak.
Cinta pertama akan melahirkan kekuatan dan cinta pertama juga yang bisa menciptakan penderitaan yang tiada tara. Yang terbaik adalah cinta pertama dan terakhir. Dengan mengacu pada proposal yang anda kemas, insya Allah cinta yang membahagiakan akan bias terwujud.

***

* Supandi, S.Pd, MM.
Praktisi pendidikan. Penulis buku “Menyiapkan Kesuksesan Anak Anda” (Gramedia).
Cilacap-Central Java


Telah di baca sebanyak: 3954
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *