Andrias Harefa

Resep NH

Beberapa tahun belakangan ini buku-buku Napoleon Hill (1883-1970) diterbitkan ulang, termasuk oleh Gramedia Pustaka Utama, dan nangkring dirak-rak toko buku terkemuka negeri ini. Salah satu tokoh besar dalam sejarah gerakan pengembangan potensi manusia ini, terutama dikenal dari karya terbaiknya Think and Grow Rich, yang pertama kali terbit di Amerika tahun 1937. Setelah mengalami modifikasi tahun 1960, versi asli buku tersebut (dengan sedikit revisi) diterbitkan ulang oleh penerbit Ross Cornwell tahun 2004. Penjualannya di seluruh dunia disinyalir lebih dari 30 juta eksemplar. Dengan kata lain, inilah salah satu buku laris secara internasional yang masuk kategori resep sukses klasik.

Siapa saja yang mempelajari pikiran Hill dengan baik, pastilah tidak menemukan sesuatu yang baru dalam buku The Secret atau pun Law of Attraction, yang sempat bikin heboh beberapa waktu silam. The Secret-nya Rhonda Byrne hanya baru dalam aspek kemasan saja. Pesan yang sama disampaikan dalam format teks dan audio-visual yang menjadi ciri khas zaman digital kini. Dan yang juga baru adalah audiens pembacanya, yang sebagian besar memang tidak sempat menikmati karya-karya Napoleon Hill.

Disamping Think and Grow Rich, karya Hill yang juga banyak dikutip orang adalah Success Through a Positive Mental Attitude. Buku ini pertama kali terbit tahun 1960. Ada banyak versi bajakan yang beredar di Indonesia sejak tahun 80-an awal. Dan ada sejumlah pengikut fanatik Napoleon Hill di Indonesia, umumnya sekarang berusia lanjut dan sudah kurang dikenal.

Beberapa karya Hill yang lain, seperti The Magic Ladder to Success (1930), How to Sell Your Way through Life (1939), dan How to Raise Your Own Salary (1953), juga sempat diterjemahkan (tanpa ijin) oleh sejumlah penerbit kecil di Indonesia, tetapi agaknya tidak mendapatkan sambutan dari masyarakat. Kualitas cetak terjemah dan cetakan yang buruk boleh jadi ikut andil dalam kegagalan buku-buku tersebut di pasaran.

Dalam karya-karyanya itu, kalimat (baca: resep sukses) Hill yang paling dikenal antara lain “What the mind of man can conceive and believe, it can achieve”. Secara bebas, kalimat yang menjadi penanda ajaran Hill itu dalam diterjemahkan menjadi ”Anda bisa menjadi apapun yang anda inginkan, jika saja keyakinan anda cukup besar dan tindakan anda selaras dengan keyakinan anda; sebab apapun yang bisa diciptakan dan diyakini pikiran, bisa dibuat menjadi kenyataan.”

Patut diduga bahwa Stephen R. Covey, yang menjadi terkenal lewat buku The 7 Habist of Highly Effective People (1989), dipengaruhi juga oleh pemikiran Hill. Ketika ia mengatakan bahwa “segala sesuatu diciptakan dua kali, pertama dalam pikiran, dan kemudian dalam dunia nyata”, maka tak pelak lagi kalimat itu bisa dirujuk ke “kalimat saktinya” Napoleon Hill. Walaupun harus dicatat, bahwa Covey justru mengkritik habis pendekatan PMA (Positive Mental Attitude) dalam meraih sukses. PMA dianggap Covey sebagai personality ethic yang hanya berusaha menciptakan kesan positif artifisial (semu) saja. Sebagai gantinya, Covey menawarkan pendekatan yang lebih fundamental, yakni pergeseran paradigma (paradigm shift) untuk merengkuh sukses sejati melalui pendekatan character ethic, membangun kebiasaan dan watak yang mulia.

Bagaimanapun kritik terhadap Hill, tidak diragukan lagi bahwa ia adalah tokoh yang berhasil pada zamannya. Menurut sejumlah sumber, Hill pernah menjadi penasihat Presiden Franklin Delano Roosevelt di tahun 1933-1936, sebelum karya terbaiknya, Think and Grow Rich, terbit. Untuk hal tersebut ia tidak menerima bayaran satu sen pun.

Kembali ke ajaran Hill, kalau disimak, apa yang ditawarkan dalam “kalimat saktinya” di atas terdiri dari tiga komponen. Pertama, komponen “apa yang bisa disusun oleh pikiran manusia”; kedua, “komponen keyakinan yang dibangun berdasarkan pikiran tersebut”; dan ketiga, komponen “bisa dicapai”.

Dengan perkataan lain, ketika Anda ingin menggunakan resep klasik ini, berlatihlah untuk bisa menyusun di kepala Anda suatu konstruksi positif mengenai diri Anda. Bisakah Anda melihat diri Anda menjadi pimpinan cabang; menjadi general manajer; menjadi direktur; menjadi entrepreneur sukses; menjadi miliarder; menjadi politisi ulung; menjadi selebritas; menjadi menteri; atau menjadi “apapun” yang Anda ingin? Kalau bisa, maka Anda sudah memenuhi sepertiga syarat untuk meraih sukses. Kalau tak bisa, tandanya Anda susah sukses (menurut Hill lho).

Langkah berikutnya adalah “meyakini” hal itu. Ini terkait dengan sikap hidup dan perilaku (tindakan dan perkataan) sehari-hari. Kalau Anda ingin jadi miliarder, bersikap dan berperilakulah seperti miliarder; kalau Anda ingin jadi entrepreneur, bersikap dan berperilakulah seperti entrepreneur; kalau Anda ingin menjadi selebritas, bersikap dan berperilakulah seperti selebritas; kalau Anda ingin menjadi “apapun”, bersikap dan berperilakulah seperti “apapun”. Apakah Anda bisa membangun keyakinan yang kuat sampai keyakinan itu nampak ke permukaan dalam bentuk sikap dan perilaku (tindakan dan kata-kata) Anda? Kalau bisa, maka dua pertiga syarat sukses sudah Anda penuhi. Kalau tak bisa, itu pertanda Anda makin sulit meraih keberhasilan.

Terakhir, komponen ”bisa dicapai”. Tes mengenai hal ini menggunakan perasaan. Apakah Anda bisa ”merasa nyaman” ketika memikirkan apa yang ingin Anda capai? Apakah Anda bisa ”merasa enak” jika bertindak dan berkata-kata seperti yang Anda inginkan? Apakah Anda ”merasa menjadi manusia yang lebih baik” dengan meraih apa yang Anda inginkan dan cita-citakan itu? Kalau jawabannya ”Ya”, maka sempurnalah jalan kesuksesan Anda. Kalau tidak, ya sudah, kembali lagi ke komponen pertama; buat lagi konstruksi pikiran yang lebih cocok dengan potensi diri Anda sendiri.

Nah, Anda siap mencoba resep NH ini?

*) Andrias Harefa WTS. Penulis 38 Buku Best-Seller. Trainer/Speaker Coach Berpengalaman 20 Tahun. Pendiri www.pembelajar.com. Profil lengkap bisa diakses di www.andriasharefa.com

Telah di baca sebanyak: 1541
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *