Artikel Terbaru

Sepatu Bola untuk Anakmu

Sebagian besar waktu kita, bisa 14 jam, 12 jam, 10 jam, justru kita habiskan bukan dengan orang-orang yang kita sayangi di rumah. Justru kita habiskan waktu itu bersama dengan teman-teman, keluarga kita yang baru di tempat kita bekerja.

Atasan, bawahan, rekan kerja ternyata bisa menjadi sahabat-sahabat dan keluarga baru yang diberikan Tuhan pada kita.

Apakah anda tahu pada saat rekan kerja anda sedang mengalami kesulitan?

Ada seorang kasir yang berkali-kali salah memasukkan data ke mesin cash-register. Sehingga berkali-kali ia terpaksa harus memanggil supervisor-nya untuk membetulkan data yang salah dengan memasukkan password dari supervisor-nya.

Akhirnya si supervisor ini menegur si ibu kasir ini.

Kenapa kamu salah terus memasukkan data? Apa yang kamu pikirkan sih?”

Si kasir pun menjawab pelan.

“Pak, tadi pagi anak saya nggak mau sekolah, minta dibelikan sepatu sepak bola. Dia malu kalau dia pergi ke sekolah nggak pakai sepatu bola seperti teman-temannya. Bapak tahu sendiri, gajian masih 2 minggu lagi. Darimana saya dapat uang untuk beli sepatu sepak bola? Apakah berarti anak saya harus membolos 2 minggu?”

Supervisor ini mengeluarkan uang dari dompetnya 100 ribu rupiah.

“Ini kamu ambil, kamu belikan sepatu sepak bola untuk anakmu. Nanti kalau sudah gajian, kamu cicil pelan-pelan ya.”

Sang kasir menangis terharu.

Tak lama kemudian, supermarket besar dibangun di sebelah toko kecil itu. Semua orang berbondong-bondong melamar kerja ke sana. Tapi kasir ini lain, dia tetap setia berada di toko kecil itu, menjadi kasir di sana.

Di toko kecil itu, dia tidak hanya menjadi kasir. Dia adalah bagian dari keluarga. Dia dipedulikan.

Bagaimana dengan kita? Ketika teman kita di kantor mengalami kesedihan, kesulitan, kegagalan, apakah kita peduli?

 

*(Story of the heart – PEP)

Telah di baca sebanyak: 7701
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *