Kolom Bersama

Sukses Pembuat Kue

Orang sukses bekerja dengan membuat suatu perbedaan yang memikat hati dan memberi nafkah batinnya.

Saat duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar, Lie Fen alias Nilasari mendapat pesanan untuk membuat kue tiga tingkat dari temannya. Dan ia bersedia memenuhi pesanan itu, tanpa minta bayaran sama sekali, kecuali minta disediakan bahan-bahannya. Padahal ia hanyalah lulusan sebuah kursus pembuat kue yang sama sekali belum berpengalaman. Dan ia berhasil.

Keberhasilan itu membuatnya keranjingan, baik membuat kue atau mengajar teman-teman sebayanya melakukan hal yang sama. Ia juga merasa pintar menghias kue, sehingga kue yang padatnya kayak dodol dapat ditampilkan dengan dekor bagus.
Ayahnya tidak setuju dengan hobi nyentrik Nilasari, dan anak gadis itu pun mengembangkan bakatnya secara diam-diam. Ikut kursus diam-diam dan membuat kue di rumah tetangga dilakukannya selama bertahun-tahun. Suaminya pun baru mengetahui bahwa istrinya suka masak dan membuat kue setelah mereka menikah. Ia memang baru terang-terangan terjun ke bisnis kue setelah menikah.

Sekalipun ia tahu betul tentang potensi uniknya itu, dan telah mengajar ratusan teman-temannya membuat dan mendekor kue, Nilasari masih merasa perlu mengikuti kursus dekorasi kue. Dan tidak tanggung-tanggung, ia belajar di Wilson, Chicago.

Pulang dari Negeri Paman Sam itu, ia memasang iklan dan mengajar banyak orang membuat ratusan jenis cake, dekorasi kue, dan katering. Dalam sehari ia mengajar 4 kelas kursus, di mana masing-masing kelas diikuti sampai 20 orang peserta. Untuk membuat kue biaya kursusnya sekitar Rp 47.500,00 per orang, sementara mereka yang mengikuti kursus katering harus membayar Rp 395.000,00 per orang. Dari situlah penghasilan terbesarnya diperoleh. Siswanya bahkan ada yang datang dari Italia, Hong Kong, dan Malaysia.

Nilasari membuat ayahnya terkagum-kagum, takjub menyaksikan kue-kue raksasa bikinan putrinya—antara lain Kue Natal setinggi 13 meter. Ia juga pernah membuat dan mengantar kue pengantin 9 tingkat untuk pernikahan anak Robby Tjahyadi di Singapura. Sementara perusahaan rokok di Kediri pernah memintanya membuat kue tart 6 tingkat yang tingginya 1,20 meter.

Dan bukan cuma sang ayah, dunia juga dibuat kagum ketika ia memamerkan Kue Kebun di Balai Sidang, Jakarta. Kue dengan hiasan pohon kelapa setinggi 5 meter di bagian tengahnya itu, menjadi kue terbesar di dunia sehingga nama Nilasari dicantumkan dalam Guiness Book of Records. Ia telah dinobatkan menjadi Ratu Kue Dunia dari Indonesia.

“Tiap orang ditakdirkan mempunyai karakter masing-masing, menjadi orang yang tidak mungkin disamai secara tepat oleh orang lain, dan mengerjakan yang tidak mungkin disamai secara tepat oleh orang lain,” demikian kata William Ellery Channing. Dan itulah yang dicontohkan dengan baik oleh Nilasari. Namanya telah menjadi jaminan mutu di bidang yang ditekuninya itu. Ia telah membuat sebuah perbedaan.

Nilasari mungkin tidak pernah membaca karya D.O. Clifton dan P. Nelson berjudul Soar with Your Strengths, sebab buku itu baru terbit di New York tahun 1992. Namun ia dengan mudah dapat memberikan jawaban terhadap 4 pertanyaan dalam buku tersebut, yang sangat berguna untuk menolong orang-orang mengenai potensi dan bakat unik mereka masing-masing.
Empat pertanyaan tersebut adalah: Bidang kegiatan apa yang sangat memikat hati Anda? Bidang kegiatan apa yang memberikan kepuasan batin sangat mendalam? Bidang kegiatan apa yang terasa sangat mudah Anda pelajari? Bidang kegiatan apa yang membuat Anda seakan-akan menyatu dengannya?

Bagi Nilasari, jawaban terhadap keempat pertanyaan tersebut adalah membuat kue dan mengajar orang membuat kue, memasak, dan memberikan kursus katering. Itulah bidang yang menawan hatinya, yang memberikan kepuasan batin luar biasa, yang dengan mudah dipelajarinya, dan membuatnya seolah-olah menyatu sehingga mudah lupa waktu. Di bidang tersebut, Nilasari mengalami apa yang saya sebut sebagai “percumbuan dengan kekekalan”.

Istri Andiwijaya ini mungkin tidak menyadari sepenuhnya bahwa mengajar dan membuat kue adalah cara yang dipilihnya untuk mengekspresikan jiwanya kepada dunia. Ia “hanya” berusaha memenuhi panggilan hatinya, sekalipun dengan sembunyi-sembunyi selama beberapa tahun agar tak diketahui ayahnya. Ia akan terus mengajar dan membuat kue, tetapi itu bukan sekadar untuk mencari nafkah hidup untuk keluarga. Kehadiran Nilawati di muka Bumi telah membuat dunia tak pernah lagi sama seperti sebelumnya.

*) Andrias Harefa
Penulis 40 Buku Best-Seller
Pembicara Publik dan Trainer Berpengalaman 22 Tahun

Telah di baca sebanyak: 1556
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *