AGE REGRESI DALAM HYPNOTHERAPY

15 Desember 2008 – 07:54   (Diposting oleh: Hendri Bun)

Oleh: Yus Santos

Dari Insomnia Hingga Phobia Rumah sakit
Seorang bapak, sebut saja Andi, berputra tiga sudah empat tahun ini merasa sangat sulit tidur. Apalagi kalau sudah lewat jam sebelas malam, bisa dipastikan Rudi selalu begadang sampai pagi. ”Bukan tidak merasa ngantuk. Ngantuk sih ngantuk tapi mata tidak pernah bisa mau dipejamkan alias pikiran melayang layang ke sana kemari”, kata pria berkacamata yang baru saja menginjak usia kepala lima.

Rudi bukan tanpa usaha, sudah ke dokter tepatnya psikiater, dan dikatakan bahwa dirinya menderita insomnia. Dari sang Psikiater Rudi mendapat beberapa macam obat. Memang dengan obat tersebut Rudi bisa terbantu tidurnya, namun begitu obatnya lupa diminum, kembali matanya tidak kunjung mau terpejam. Inilah yang membuat Rudi bingung mencari alternatif guna menyelesaikan permasalahannya. Secara tidak sengaja Rudi sampai ke klinik hypnotherapy. Singkat kata Rudi mempercayakan kasusnya melalui metode hypnotherapy. Setelah beberapa sesi pertemuan, Rudi memberikan testimoni bahwa kini dia bisa mudah tidur walau tanpa obat. Rudi dalam sesi sesi hipnoterapy dilatih untuk relaksasi dan dengan mudah bisa tidur dan selanjutnya Rudi melakukan self hipnosis untuk memudahkan tidurnya.Lewat hypnotherapy Rudi terbantu untuk menemukan akar permasalahan penghambat tidurnya, kemudian lewat metode hypnotherapy Rudi mengkonstruksi alias mereprogram pikiran bawah sadarnya guna mengatasi akar masalahnya. Dengan tuntasnya akar permasalahan yang tersimpan dalam memori pikiran bawah sadar, maka dengan mudah Rudi kembali bisa tidur normal.

Namun proses mencari penyebab utama yang menyebabkan Rudi harus terjaga terus seharian, adalah prose yang tidak sederhana. Rudi mendapatkan treatment melalui age regresi untuk mendapatkan kausa utama dari insomnianya.

Lain lagi kisah Lita, seorang pelajar SMA terkenal di Surabaya yang sejak, kelas lima SD, setiap kali Lita diajak mengunjungi sanak saudaranya yang sakit di Rumah sakit. Tiba tiba Lita merasa mual dan lemas, seiring beberapa langkah kemudian Lita langsung pingsan. Kejadian itu berulang ulang terus, hingga setelah lebih dari 5 tahun Lita merasa sangat ogak kalau diajak ke Rumah sakit. Ya kata Psikolog di sekolahnya Lita mengalami phobia rumah sakit. Betul hingga suatu saat Lita diantar kedua orang tuanya datang ke klinik saya. Saya mencari akar permasalahnnya dengan age regresi, dan setelah ketemu, beberapa prosedur hypnotherapeutic yang lain saya lakukan. Dan oops, Lita langsung saya suruh ke UGD Dr Sutomo dan sesampainya di sana meski melihat pasien yang bocor kepalanya dan mengerang erang kesakitan, Lita tertawa tawa dan menelpon saya, Mas saya sudah tidak pingsan lagi di Rumah sakit. Saya sudah sembuh. Dan terapy itu Cuma memerlukan 40 menit, berikut dengan age regresion therapynya.