Artikel Writing Class for Teens

TOMI, HATI-HATI KALAU MILIH CEWEK!


Oleh: Nadia Rachma Pratiwi, Alumni batch I

Di tengah siang hari yang terik ini, Tomi sedang menuggu pacarnya di Sate Khas Senayan di mall FX. Ia sudah menunggunya sangat lama. Sudah kurang lebih 2 jam. Sambil ia menunggu, tiba-tiba ia teringat kejadian 2 bulan yang lalu. Tomi merupakan orang yang sangat beruntung. Karena seorang Tomi yang hanya supir taksi mendapatkan artis cewe yaitu Sherina. Mereka bertemu saat Sherina naik taksi mau pulang. Tomi saat itu hati nya sangat berdebar-debar dengan mata berbinar-binar saat melihat ada Sherina yang sedang naik taksinya. Selama perjalanan ke tempat tujuannya Sherina mereka berdua ngobrol dengan asyiknya. Setelah sampai di tempat tujuannya Sherina, tiba-tiba Tomi nekat.

“Sherina kamu mau ngga jadi pacarku?” kata Tomi dengan spontan.

Jelas Sherina langsung shock mendengar hal itu. Setelah lama berpikir akhirnya Sherina menjawab.

“Mmmm … Boleh aja sih” kata Sherina dengan ragu.

Jelas Tomi langsung dengan girangnya ia teriak-teriak bahagia di taksi pada malam itu. Dan akhirnya mereka bertukar no telepon dan Sherina keluar juga dari taksi. Mereka berdua selalu ber-sms, tetapi sayangnya Tomi belum pernah bisa mengajaknya berkencan karena setiap ditanya Sherina selalu sibuk. Wajar namanya juga artis kan? Setelah 2 bulan lamanya mereka ber-sms-an, akhirnya Tomi berhasil mengajaknya berkencan di FX dan 2 bulan lamanya pula Tomi mengumpulkan semua uang penghasilannya hanya untuk berkencan dengan Sherina.

Akhirnya, orang yang sudah ditunggu-tunggu datang juga. Terlihat dari cara berjalan cewe artis yang seksi dari lobi dengan rambut yang bergerai seperti yang ada pada iklan-iklan shampoo.

“Mas, aku minta maaf ya, soalnya telat! Soalnya tadi di jalanan macet banget sih” kata Sherina dengan wajah lelah
“Oh ya, ngga apa-apa kok sayang. Berapa lama pun kamu dating pasti aku tunggu kok!” kata Tomi.
“Mas, tapi aku minta maaf lho, 15 menit lagi bakal ada fotografer yang mau motret aku buat majalah Girls”
“Tapi kita kan udah ngerencanain ini udah 2 bulan say”
“Maaf banget ya say, ini dadakan banget! Bener deh!”
“Yaudah, aku maafin deh say” kata Tomi dengan muka yang sedih.

15 menit Tomi gunakan dengan sebaik-baiknya, tetapi 15 menit hanya untuk berkencan itu tidak cukup baginya untuk berkenalan lebih dengan Sherina.

“Say, mendingan kamu pergi sekarang deh, 1 menit lagi fotografernya mau dateng nih, aku mau dandanan dulu” kata Sherina.

Akhirnya Tomi pergi dengan perasaan sangat kurang memuaskan. Setelah ia keluar dari lobi, Tomi masuk ke taksinya untuk melanjutkan tugasnya. Tetapi setelah masuk ke taksi lagi ternyata ia teringat sesuatu. Dompetnya tertinggal di atas meja di restoran Sate Khas Senayan. Akhirnya Tomi langsung lari ke meja itu agar tidak mengganggu Sherina.

Sampai disana, Tomi langsung shock dengan pemandangan yang sungguh tidak menyenangkan ataupun membahagiakan. Hatinya langsung terpecah belah dan sakit hatinya bukan main. Ia melihat, memang betul Sherina sedang di foto di restoran tersebut, tetapi setelah foto-foto, fotografer tersebut memegang tangannya Sherina dan menciumnya dengan mesra. Tomi langsung berlari lagi ke arah Sherina dengan wajah sedikit menangis.

“SHERINA!!! MAKSUD KAMU APA!!!” bentak Tomi.
“Ha??? Sayang, kamu ngapain disini? Bukannya tadi kamu udah mau pulang ya? Kan aku bilang jangan ngganggu aku dong!” kata Sherina agak sedikit takut.
“Jadi selama ini kamu mengkhianati aku kayak gini ya!”
“Kamu salah paham say, ini bukan apa-apa”
“Oh ya, trus tadi kenapa kamu cium bermesraan tadi? Jangan dikira aku ngga tau lho ya! Udah deh, kita putus pokoknya!”
“Yaudah, putus gih, gue ngga rugi kok!” sambil memperlihatkan muka judes.

Tiba-tiba fotografernya itu bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Fotografer tersebut bernama Tiko.

“Loh???!!! Jadi selama 2 bulan kita pacaran, kamu udah punya pacar say. OK FINE. KITA PUTUS!!! Gue ngga suka cewe yang munafik dan pembohong kayak elo!” kata Tiko dengan sebal.

“HAH…. Tiko??? Jangan tinggalin aku kayak gitu dong!” kata Sherina sambil menangis dengan kencang hingga satu mal mendengarkannya.

Tomi sangat kesal akan kejadian tersebut. Ia langsung menjambak rambutnya sendiri sambil menendang tong sampah yang berada di lobi dan agak sedikit menangis.

“Tomi? Kamu Tomi, ya? Tom kenapa?”

Dari jauh terdengarlah suara seorang perempuan yang baru saja turun dari mobilnya vw kodoknya. Dia adalah Mala. Sahabat Tomi paling dekat dari sejak mereka berdua berada di bangku SD hingga sekarang.

“Ayo, aku ajak kamu ngopi di kafein situ tuh” kata Mala.

ampai di kafe mereka berdua berbicara.

“Tom kalau ada apa-apa cerita aja ya!” kata Mala.

Tomi hanya terdiam dan mengangguk. Setelah lama tenang, Tomi mulai berfikir.
“Selama ini cewe yang selalu di depan mata pasti Mala, kenapa ngga gua pacaran sama Mala dari dulu ya?” pikir Tomi.

Setelah itu Tomi berkata.
“Mala, kamu mau ngga jadi pacarku?” kata Tomi
“Mmmm … Mau deh” kata Mala dengan tulus.

Dan akhirnya Tomi dan Mala hidup bahagia selamanya.


Telah di baca sebanyak: 1342
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *