Eni Kusuma

Tulisan yang Menggugah

Ketika saya menghadiri acara talkshow yang diadakan oleh salah satu perusahaan network marketing terkemuka di Indonesia, saya mendapat pengalaman yang sangat berharga. Yaitu, jika kita hendak membuat orang-orang larut dalam percakapan kita, hendaknya kita harus larut terlebih dahulu. Jika kita hanya setengah-setengah atau tidak begitu memperhatikan apa yang kita bicarakan, maka orang-orang yang mendengar pun tidak begitu memperhatikan juga. Demikian juga dengan menulis, jika kita tidak sungguh-sungguh dengan apa yang kita tulis, maka energi makna yang terkandung di dalamnya tidak akan menghipnotis pembacanya.

Jika kita ingin membuat orang-orang yang mendengar itu mencucurkan airmata atau menangis, hendaknya kita harus bersedih atau cenderung untuk mencucurkan air mata. Ketika saya membacakan puisi –dalam acara tersebut- yang menemani saya ketika berada di Hong Kong sebagai pembantu rumah tangga, saya membaca dengan nada yang begitu menyayat hati sehingga saya sendiri menangis. Ini bukan sebuah rekayasa. Ini murni dari hati. Maka saya menjumpai orang-orang yang mendengarkan ikut menangis, bahkan yang mewawancarai saya dalam talkshow tersebut pun ikut meneteskan air mata. Dan ketika saya tanya kepada mereka “kenapa ikut menangis?”, mereka menjawab: “Karena larut dalam rasa haru yang terpancar dari hati saya”. Jadi, dalam hal ini kita tidak bisa berpura-pura atau merekayasa sebuah kesedihan atau keterharuan. Saya yakin jika hal ini dilakukan akan gagal.

Demikian juga jika kita hendak membuat orang-orang itu tertawa. Hendaknya kita memperhatikan cara kita menyampaikannya atau cara menceritakannya. Karena tidak ada cerita atau dongeng yang dengan sendirinya lucu, tetapi cara menceritakan itulah yang membuatnya lucu atau tidak sama sekali. Jadi, kita tidak perlu menjadi badut atau tiba-tiba harus menjadi seorang yang humoris. Ini akan mendapatkan kegagalan. Apalagi jika lelucon tersebut sudah kuno atau cara penyampaiannya yang kurang tepat. Sulit memang agar bisa membuat orang-orang itu tertawa. Demikian juga dengan pengalaman saya, saya tidak harus berniat melucu. Saya memang ingin membuat orang-orang tertarik pada pembicaraan saya terlebih tertawa. Tetapi saya tidak menghiraukan ini, karena semakin saya berniat melucu maka pasti lelucon saya tidak akan lucu. Justru dengan bercerita apa adanya lah saya tidak menyangka orang-orang tertawa dan bertepuk tangan dengan meriah. Ya, cerita-cerita dan celutukan-celutukan yang mencerdaskan yang bisa membuat orang-orang itu tertawa. Bukan banyolan-banyolan yang konyol.

Bisa membuat orang-orang menangis dan tertawa bahkan termotivasi oleh cerita kita adalah kebanggaan tersendiri. Sebagai penulis, apalagi. Saya merasa bangga dengan buku saya yang pertama yaitu “Anda Luar Biasa”. Karena buku tersebut mampu membuat orang-orang termotivasi. Ini saya ketahui dari email-email dan sms-sms para pembaca buku saya yang dikirimkan untuk saya.

Saya rasa tulisan yang berhasil adalah tulisan yang bisa membuat para pembaca larut dengan apa yang dibacanya. Ketika saya membaca buku “Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller” nya Edy Zaqeus, saya termotivasi untuk menulis buku. Buku tersebut mampu membuat saya ingin tahu sehingga mampu menarik perhatian saya. Demikian juga dengan buku-buku yang berhasil di pasaran. Buku-buku tersebut mampu menimbulkan perasaan ingin tahu sehingga akan segera menarik perhatian.

Ada hal yang hendak saya sampaikan di sini, bahwa jika kita ingin orang lain tertarik terhadap tulisan-tulisan kita, hendaknya kita sendiri harus tertarik dan mengasyikinya lebih dulu terhadap apa yang akan kita sampaikan. Saya akan menulis, jika saya benar-benar tertarik dengan masalah atau topik yang akan saya tulis. Karena hal ini akan memberi saya semangat dan rasa senang. Jika ini yang terjadi, maka keberhasilan kita untuk membuat para pembaca tertarik pun bukan suatu kemustahilan.

Saya ketika itu telah berhasil menulis gagasan yang menggugah orang lain untuk membacanya di milis-milis yang saya ikuti. Dari semua cerpen-cerpen yang saya posting di milis, hampir semua cerpen saya mendapat tanggapan dari para anggota milis yang saya ikuti. Dan yang menggembirakan, tanggapan atau komentar mereka positif dan menyambut baik. Tak disangka, cerpen-cerpen saya dikumpulkan oleh seorang senior di salah satu milis untuk dibukukan pertengahan 2008 mendatang. Untunglah, karena saya tidak pernah menyimpan cerpen-cerpen saya yang tersebar dan yang saya tulis sejak saya masih berada di Hong Kong. Hal ini karena saya masih belajar computer (istilah kerennya : gaptek). Awal dari buku pertama saya “Anda Luar Biasa” juga demikian, tulisan-tulisan motivasi tersebut telah mendapat tangapan positif dari para pembaca baik di milis maupun pengunjung Pembelajar.Com. Apalagi kini dengan menjadi kolumnis tetap di sebuah situs tersebut, maka tulisan-tulisan motivasi saya pun akan tersimpan dengan sendirinya di sana. Siapa tahu di kemudian hari bisa di hubungkan benang merahnya untuk dibukukan.

Menulis gagasan yang menggugah minat baca sangat penting untuk membranding diri sendiri. Awal saya menulis adalah dari sana. Milis adalah media yang sangat tepat untuk para penulis pemula seperti saya sebagai ajang untuk mengetahui sejauh mana kemampuan saya dalam membuat orang lain tertarik membaca tulisan saya. Jika kita sudah bisa menarik perhatian para pembaca, maka hal ini bisa diibaratkan, kita sudah mempunyai fans. Sehingga menulis buku pun akan sangat ditunggu-tunggu oleh mereka. Ya, kemampuan kita untuk membuat orang lain tertarik terhadap kita (dalam hal ini tulisan-tulisan kita) memanglah sangat penting untuk dijadikan salah satu ukuran berhasil atau tidaknya sebuah buku.

Setelah saya bisa mengeluarkan buku atas bantuan berbagai pihak, terutama untuk mentor saya yang dengan sabar membimbing dan mengumpulkan tulisan-tulisan saya, maka saya pun banyak diminta untuk memberi endorsement buku-buku yang akan diterbitkan. Biasanya saya akan bertanya, “siapa ya, penulis ini?” Jika saya mengenalnya, entah itu telah memiliki brand ataupun mengenal karena tulisan-tulisannya, tidak ada masalah. Tetapi jika saya sama sekali tidak mengenalnya dan tidak ada seseorang -yang telah memiliki personal branding- yang merekomendasikannya, tentu saya akan bertanya-tanya, apalagi jika belum ada yang memberi endorsement sebelumnya.

Dengan demikian untuk para pemula yang ingin menjadi seorang penulis yang berhasil dalam waktu singkat, perkenalkan diri Anda melalui tulisan-tulisan yang menggugah di media yang sangat memungkinkan untuk itu, seperti di milis-milis. Ini akan membranding nama Anda. Namun sebelum orang lain tergugah, Anda haruslah tergugah terlebih dulu dengan apa yang akan Anda bicarakan. Seperti halnya kita membuat kue. Kue yang kita buat haruslah enak dimakan oleh kita terlebih dulu sebelum dimakan oleh orang lain. Apalagi jika kue itu akan di jual.

Membuat tulisan yang menggugah, menarik, bisa melarutkan emosi para pembaca sehingga mereka akan menangis, terharu, tertawa, termotivasi dan lain-lain….BERANI??? Ini akan berhasil jika kita sendiri juga larut di dalamnya dengan hati.

*) Eni Kusuma adalah mantan TKW di Hongkong, penulis buku laris “Anda Luar Biasa!!!”, dan kini menjadi motivator. Ia dapat dihubungi di: ek_virgeus@yahoo.co.id.

Telah di baca sebanyak: 1448
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *