Artikel Writing Class for Teens

VIOLA


Oleh: Rafa Ersa nabila
Dimalam yang sunyi, buku bergeletakan dimana-mana. AC yang disetel 18 derajat terasa sangat dingin. Dari luar kamar terdengar ketukan pintu. Viola membuka pintu itu dengan perlahan, ternyata adalah ibunya. Ibunya marah-marah dan terkejut ketika mendapat telpon dari Miss.Gracia, miss.gracia memberitahukan bahwa nilai viola sangat menurun karena tidak serius belajar. “aku kan sudah bilang aku tidak bisa bahasa inggris” seru viola takut, “kamu kenapa tidak mendengarkan miss.gracia ketika menerangkan?” jawab mamanya tegas. “a..a.ku sudah mendengarkan”ujar viola terbata-bata. “oke mulai hari sabtu mama akan mendaftarkan kamu ditempat les teman mama”seru mamanya. Viola hanya diam dan mengganguk. Esok harinya ketika ia memasuki gerbang sekolah ia terkejut melihat ada sebuah panggung yang sudah tertata rapi. Tiba-tiba lonita datang menghampiri viola. “hai viola, hm..aku sudah mendaftarkan kamu lomba membuat puisi lho..”ucap lonita sambil tertawa didalam hati. Lonita adalah salah satu murid yang sangat kesal dengan viola. “eng.. tapi aku tidak bisa bahasa inggris”jawab viola terbata. “gatau deh yang penting aku sudah mendaftarkan kamu! selamat berjuang violaa”seru lonita sambil tertawa meninggalkan viola.

Viola pun berjalan dengan gontai menuju kelas untuk menemui temannya yaitu alyssa. “haaii viola, kamu kenapa? tidak seperti biasanya” tanya alyssa bingung. “engga kok, aku tidak apa-apa” jawab viola lesu. “oiya kamu ikut lomba puisi ya?”tanya alyssa. “i..iy..a..a”jawab viola terbata. Alyssa hanya mengangguk. Akhirnya viola mengambil kertas dan pulpen dengan terpaksa untuk menulis puisinya, dia tidak tau ingin berbuat apa, pastinya ia hanya pasrah apapun yang terjadi nanti. 1 jam kemudian acara pun dimulai.

Dari belakang tirai viola mengintip, banyak sekali penonton yang bersorak-sorak. Dalam hatinya dia hanya berpasrah apapun yang terjadi. Ketika namanya dipanggil untuk maju. Perlahan dia membaca dengan benar, tetapi terakhir dia salah menuliskan kata. Semua penonton tertawa dan menyoraki viola. Dia pun lari kebelakang panggung sambil menahan tangis. Segera dia berlari ke toilet. Tangisnya pun tidak bisa ditahan lagi. Viola sangat malu. Alyssa menghampiri sambil bertanya “kamu kenapa viola?”tanya alyssa. “aku tidak mendaftar lomba puisi lyss, yang mendaftarkan itu lonita”jawab viola sambil menangis. Alyssa hanya diam dan pergi meninggalkan viola. Ternyata alyssa pergi menemui juri, alyssa membisikan apa yang terjadi dengan viola.juri mengganguk setuju. Alyssa pun datang menemui viola. Alyssa menarik tangan viola untuk keluar dari toilet dan kembali kebelakang panggung. Mereka akhirnya pergi kebelakang panggung besar yang sudah tertata rapi.


Telah di baca sebanyak: 1079
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *