Kolom Alumni

Whistleblower dan Mandi Uang Paman Gober


Moses ParlindunganSiapa yang tidak kenal Paman Gober?

Bebek yang dianugerahi sebagai “bebek terkaya di dunia” (versi Disney tentunya) itu dicap sebagai bebek superkaya yang eksentrik nan hibrid. Apa pasal? Setiap hari, sebelum memulai aktivitas, Paman Gober selalu melaksanakan ritual “mandi uang” di gudang uang superbesar yang ia miliki. Gudang uang yang dijadikan “bak mandi” itu berisikan koin-koin yang jumlahnya sangat banyak (pembaca Gober Bebek sejati tentu dapat membayangkan seberapa banyak jumlahnya), menumpuk menjadi sebuah “gunung uang” di dalam sebuah gudang uang. Dan kini, tak hanya Paman Gober yang bisa “mandi uang”; whistleblower juga bisa!

Bagi kita yang ada di Indonesia mungkin agak asing dengan nama Bradley Birkenfeld. Pertanyaan itu mungkin lebih patut dialamatkan kepada masyarakat di Amerika Serikat (AS). Dua tahun yang lalu masyarakat AS dikejutkan dengan pemberian hadiah megagigantik terhadap Bradley Birkenfeld, seorang yang mungkin hanyalah sekedar mantan bankir biasa bagi teman-teman maupun keluarganya, tetapi dalam sejarah perbankan maupun perpajakan di AS dia adalah seorang pelaku sejarah yang akan lama dikenang namanya. Dikenang sebagai pahlawan besar, yang tidak bergerilya di medan tempur darat, tetapi dalam peran utamanya terkait penggembosan kekayaan melimpah dari konglomerat-konglomerat AS yang menimbun uang di UBS, salah satu bank terkemuka di negara teraman di dunia, Swiss. Apa yang dilakukan Birkenfeld? Mengapa Internal Revenue Service (IRS), Kantor Pajaknya AS, sampai hati dan besar hati memberikan sekitar 104 juta dollar AS kepadanya?

Birkenfeld dielu-elukan sebagai seorang whistleblower kelas kakap. Disebut kelas kakap karena atas “peluit yang ditiupnya” itu, penimbunan kekayaan oleh orang-orang superkaya AS di Swiss dapat diendus oleh pemerintah, khususnya oleh IRS sendiri. Pendeknya, upaya Birkenfeld itu menggagalkan skema penimbunan yang lebih lanjut lagi, yang dapat membuat para superpeople tersebut bebas dari kewajibannya membayar pajak.

Berikutnya, hanya sejarah yang kemudian berbicara. Hadiah gede tersebut adalah yang terbesar yang pernah diberikan kepada seorang whistleblower, sejak IRS mendirikan IRS Whistleblower Office, sebuah biro yang khusus mengurus dinamika terkait urusan “tiup-meniup” itu. Berbekal dasar hukum dari Tax Relief and Health Care Act of 2006, biro tersebut bertugas untuk menerima dan kemudian memproses laporan dari siapa saja yang mengetahui permasalahan pajak di tempat kerja mereka, ataupun di tempat lain yang dapat dipercaya kebenarannya, bahwa benar-benar ada kasus pajak disana.

Berani Bicara, Uang yang Datang

Sejak awal didirikan pada tahun 2006, IRS Whistleblower Office telah menerima lebih dari 1.300 laporan. Jumlah pajak yang ditagih berkat aksi para whistleblower itu jumlahnya pun mencengangkan, 2,6 miliar dollar AS! Kebanyakan dari laporan-laporan tersebut berasal dari karyawan dan mantan karyawan dari sebuah korporasi yang hobinya “main petak umpet” dengan pemungut pajak negara bernama IRS itu. Entah karena dendam, atau memang berangkat dari kesadaran bahwa yang dilakukan perusahaannya adalah sebuah dosa besar, itu persoalan lain tentu.

Hadiah akan diberikan kepada mereka yang memberikan “specific and credible information to the IRS if the information results in the collection of taxes, penalties, interest or other amounts from the noncompliant taxpayer.” Ada dua jenis pemberian hadiah yang diatur dalam rules-nya IRS. Pertama, apabila pajak, bunga, maupun denda lainnya dalam sengketa yang dilaporkan melebih dua juta dollar AS, IRS akan membayar sebesar 15 sampai dengan 30 persen dari jumlah yang dikumpulkan kepada sang whistleblower. Kedua, jika jumlah yang disebutkan sebelumnya tidak mencapai dua juta dollar AS, maksimal yang bisa didapat oleh whistleblower adalah sejumlah 15 persen dari jumlah yang diperoleh IRS dari pengemplang.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa IRS tidak akan memberikan hadiah kepada whistleblower sebelum jumlah yang diutangkan terkait suatu kasus belum semuanya dikumpulkan. Dengan kata lain, whistleblower tidak akan mendapatkan apa-apa apabila IRS tidak dapat menagih  pajak yang dikenakan terhadap para pengemplang pajak secara keseluruhan.

Bagaimana dengan perlindungan hukum kepada whistleblower? Banyak pihak mungkin akan takut melapor dengan alasan takut nantinya pihak yang dilaporkan akan balas dendam, atau memberrkan serangan-serangan lain yang membahayakan jiwa. Tetapi, IRS mengakomodasi siapa saja yang melapor dengan penyembunyian identitas hingga ke bentuknya yang paling kecil. Terkait nantinya kesaksian whistleblower akan dibutuhkan dalam proses pengadilan pajak, IRS terlebih dahulu harus menginformasikan kepada whistleblower, sebelum proses pengadilannya dilangsungkan. Ini karena nantinya identitas whistleblower harus ditampilkan di depan hakim yang memeriksa kasusnya.


Telah di baca sebanyak: 4547
admin
Admin Pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *